Jumat, 25 Juni 2010

PAYUNG GEULIS


Payung geulis sendiri berbeda dengan payung modern. Terbuat dari kerangka bambu dan batang tiang kayu. Sedang tudungnya terbuat dari kertas dan saat ini mulai dibuat dari kain, sesuai dengan keinginan pasar. Gambaran payung tradisional ini tampak kentara sebagai motif gambar kelom geulis batik.
Payung geulis punya peran lebih yang membuatnya sangat dihargai. Payung geulis pada masa lalu adalah kelengkapan mode mojang Tasikmalaya. Mojang Tasikmalaya yang cantik berkebaya tak akan sempurna kecantikannya bila tidak menggenggam payung jenis ini untuk melindungi wajah ayunya dari sengatan matahari yang terik. Jadilah istilah payung geulis yang berarti payung yang membuat penampilan tambah geulis alias cantik.
Apa yang membuat mojang Tasik melengkapi diri dengan payung geulis. Perhatikan baik-baik payung kertas ini. Segera saja terlihat keindahan memancar dari sana. Ya, keunikan payung geulis adalah adanya lukisan bunga warna-warni yang mendekorasi ruang-ruang pada laipsan penutupnya. Lukisan ini dikerjakan secara manual oleh tangan-tangan terampil mojang Tasikmalaya yang mengekspresikan cinta dan hasratnya dalam membentuk aneka bunga. Di tangan mojang Tasikmalaya payung geulis menjadi karya seni lukis yang mengagungkan keindahan dengan medium paying
Sayang, kini tak banyak mojang Tasikmalaya yang terlihat berkebaya sambil menggenggam payung geulis. Modernisme telah mengubah mode dan fashion hampir di seluruh pelosok bumi. Maka eksistensi payung geulis pun menghadapi tantangan. Namun bukan Orang Tasikmalaya bila tak punya cara cerdik. Payung geulis yang tak lagi dijadikan kelengkapan mode lalu digeser fungsinya sebagai wahana ekspresi seni yang layak dikoleksi. Dengan cara cerdik seperti ini, payung geulis tetap lestari meski jumlah penciptanya dari hari ke hari semakin sedikit.

2 komentar: